Perencanaan Keuangan

Perencanaan Keuangan untuk Perlindungan Aset Mobil – Mobil merupakan salah satu aset yang saat ini umum dimiliki masyarakat. Meskipun nilainya akan mengalami penurunan dari tahun ke tahun, tetapi kehadiran mobil telah menjadi kebutuhan penting bagi sebagian orang.

Kebutuhan akan kepemilikan mobil mengharuskan seseorang untuk mempersiapkan. Baik itu kepemilikan mobil pribadi ataupun sebagai investasi untuk penambah kekayaan.

Mobil sebagai aset pribadi digunakan untuk keperluan mobilitas sehari-hari dan bukan menjadi sarana penambah kekayaan. Sedangkan mobil sebagai aset investasi digunakan untuk sarana penambah kekayaan atau pekerjaan.

Semisal seperti angkutan penumpang dan barang, jual beli mobil, rent car, serta penggunaan investasi lainnya. Untuk apapun penggunaan mobil Anda, diperlukan perencanaan finansial untuk biaya kepemilikan.

Ada 4 tips seputar perencanaan finansial atas kepemilikan mobil. Berikut ini 4 tips tersebut.

Perencanaan Keuangan sebagai Perlindungan Aset Mobil

Ada banyak biaya yang harus dikeluarkan pemilik mobil untuk kebutuhan perawatan maupun pemeliharaan. Untuk itu, diperlukan perencanaan keuangan yang tepat melalui perlindungan aset.

Kebutuhan Dana Darurat Mobil

Kepemilikan mobil membutuhkan dana darurat yang setara hingga 3 atau 6 kali pengeluaran bulanan. Keberadaan dana darurat penting sebagai talangan biaya hidup.

Terutama ketika seseorang kehilangan pekerjaan ataupun membutuhkan dana mendesak. Bentuk dana darurat untuk mobil penting sebagai biaya pemeliharaan. Di antaranya seperti pergantian suku cadang, servis, pembayaran pajak, dan sebagainya.

Biaya yang bisa diantisipasi lebih lama dan tidak menjadi aktivitas mendesak, misalnya penggantian kampas kopling, busi, aki mobil, hingga oli. Ada pula kebutuhan biaya untuk perawatan mendadak seperti, ban kempes atau bocor dan penambahan tekanan angin.

Semakin lama masa pakai mobil, tentu semakin banyak pula biaya yang dibutuhkan. Kondisi ini seringkali memunculkan kebutuhan biaya tak terduga yang harus dikeluarkan pemilik mobil. Inilah sebabnya, mengapa penting bagi pemilik mobil untuk mengalokasikan dana darurat. Pengalokasian dana untuk kebutuhan mobil bisa dilakukan dengan menabung.

Setidaknya, Anda perlu menyisihkan sekitar 1% – 5% pendapatan bulanan sebagai dana darurat perlindungan mobil. Anda dapat menyimpan dana melalui tabungan agar tetap likuid, serta memudahkan pencairan.

Total Nominal Aset

Kepemilikan mobil mengharuskan Anda mempunyai total aset lancar mencapai 15% – 20% dari kekayaan bersih. Mengingat keberadaan mobil sebagai aset mampu menambah nilai kekayaan bersih. Nilai ini bisa Anda dapat melalui hasil pengurangan antara total aset dengan total utang.

Di mana semakin tinggi kekayaan bersih, berarti semakin tinggi pula persentase kepemilikan aset lancar. Aset lancar yang dimaksud, antara lain seperti tabungan, kas, atau setara kas. Dana kas ini nantinya diperlukan sebagai biaya pemeliharaan maupun operasional.

Semisal untuk keperluan bahan bakar, biaya servis, kebersihan, pajak, serta biaya operasional lain. Berbagai keperluan ini mengharuskan pemilik aset untuk mempunyai dana kas cukup.

Idealnya, total aset yang perlu Anda miliki adalah sebesar 15% – 20% dari total kekayaan bersih. Menyisakan kurang dari 15%, berarti jumlah tersebut terlalu kecil dan berpotensi membuat Anda kekurangan dana mendesak.

Tetapi bila menyisakan hingga lebih dari 20%, maka kondisi ini membuat finansial Anda kurang seimbang. Anda berisiko terlalu banyak menyimpan uang di tabungan. Di mana aktivitas investasi demi masa depan dinilai kurang.

Perlindungan Aset Mobil

Memiliki sebuah aset berupa mobil membuat Anda harus benar-benar memerhatikan kondisi finansial. Diperlukan solusi tepat untuk perlindungan mobil agar terhindar dari risiko finansial. Seperti halnya bila terjadi kerusakan mendadak atau kehilangan aset.

Solusi tepat sebagai perlindungan finansial atas risiko atau potensi kerugian adalah dengan memanfaatkan asuransi mobil. Tips perencanaan keuangan ini penting dalam membantu pengelolaan dana. Khusus untuk perencanaan perlindungan mobil.

Perlu diketahui, bahwa jenis asuransi ini terdiri dari dua jenis. Yang pertama adalah all risk, di mana pertanggungan asuransi dapat digunakan atas seluruh risiko yang terjadi.

Termasuk di antaranya adalah potensi lecet pada bagian bodi yang mengacu pada aturan perusahaan asuransi. Sedangkan jenis asuransi kedua adalah total loss only (TLO), di mana pertanggungan biaya ditujukan untuk risiko tinggi.

Misalkan saja ketika terjadi kehilangan mobil. Asuransi ini juga berlaku bagi kerusakan yang memerlukan biaya pemeliharaan mencapai 70% dari harga mobil.

Jika dilihat dari segi biaya, pemilihan asuransi TLO relatif lebih murah dibandingkan all risk. Hanya saja, keduanya memiliki potensi risiko berbeda yang akan didapatkan pemilik mobil.

Khusus Mobil Kredit, Perhatikan Cicilan dan Pemasukan

Apabila mobil masih tahap kredit dan belum selesai cicilannya, pastikan untuk memahami perhitungan anggarannya. Anda perlu memastikan supaya jumlah cicilan sesuai dengan pemasukan bulanan.

Beberapa dari Anda mungkin kurang paham akan perhitungan tersebut. Apakah persentase antara besaran cicilan mobil per bulan sudah tepat, tidak terlalu besar ataukah kurang. Untuk mengukur ketepatan antara cicilan dan pemasukan, Anda perlu mengetahui mengetahui debt service ratio (DSR).

DSR akan memberikan informasi mengenai total cicilan kredit kendaraan dengan pemasukan bulanan. Prakiraan ini juga berlaku bila Anda memiliki kredit lain, contohnya cicilan kartu kredit.

Perhitungan nilai DSR bisa dilakukan dengan membandingkan jumlah total kredit dengan pemasukan bulanan. Bila melalui perhitungan DSR didapatkan hasil yang masih berada di bawah 35%, maka Anda perlu mengatur kembali cicilan kreditnya.

Cobalah dengan memperpanjang tenor pinjaman atau melakukan pelunasan pada utang lainnya. Utang lain yang dimaksud di sini, yakni cicilan di luar kredit mobil dengan bunga besar.

Aktivitas perencanaan keuangan dinilai sangat penting bagi pemilik mobil sebagai solusi perlindungan. Anda bisa menerapkan tips seputar finansial di atas,  demi melindungi mobil dari risiko menurunnya kondisi keuangan.

ditulis oleh

Anis Faridatunisak

Jalan Buntu menyuguhkan informasi menarik seputar bisnis, hubungan, kesehatan, kecantikan, review game, dunia wanita, saham, dan berbagai informasi terpercaya lainnya.