Kekerasan Berbasis Gender

Pernah mendengar potongan lirik lagu yang satu ini? Ya, lagu ini merupakan curhatan seorang perempuan yang mendapat perlakuan buruk dari pasangan. Beberapa diantara kita, mungkin saja pernah atau justru sering mendengar kasus seperti ini. 

Nggak bisa dipungkiri, di sekitar kita ada banyak sekali kasus kekerasan berbasis gender seperti ini. KDRT menjadi salah satu contoh yang sering kita dengar. Faktanya, ada banyak loh kasus kekerasan berbasis gender lain yang kurang disadari.

Kenali Kasus Kekerasan Berbasis Gender

Apakah kamu pernah digoda ketika berjalan di antara gerombolan para pria? Misalnya saja mendengar kata “hai cantik, sini” atau justru pernah dilirik dengan tatapan yang nggak mengenakkan?

Tahu nggak sih kamu, kalau tindakan kayak gini tuh sudah menjurus pada kekerasan berbasis gender? Meskipun tampak sepele, secara nggak langsung sikap mereka sudah melecehkan kaum perempuan. Bukan itu saja.

Masih ada banyak kasus kekerasan lain terkait gender yang juga jarang disadari. Bahkan oleh kaum perempuan itu sendiri. Nggak jarang, malah ada juga loh sesama perempuan yang justru saling menjatuhkan.

Miris memang! Lalu apa saja sih sebenarnya contoh kasus kekerasan pada wanita? Ada banyak sekali contoh kasus lainnya. Misalkan saja kasus kekerasan seksual, fisik, psikis, verbal, serta kekerasan mendiskriminasikan perempuan lainnya.

Stigma Perempuan di Masyarakat

Meski sudah menjadi kasus yang umum terjadi di masyarakat, sayangnya banyak korban yang justru memilih diam. Kembali lagi, alasannya adalah diskriminasi kaum perempuan.

Di mana para perempuan dianggap menjadi kaum yang lemah dan memalukan bila mengalami hal seperti itu. Seolah-olah perempuan sangatlah dipandang sebelah mata. Stigma ini seringkali membuat para perempuan tangguh menjadi tidak berdaya.

“Speak up” di masyarakat, nyatanya hanya membuat mereka semakin dinilai buruk. Kondisi seperti inilah yang sebenarnya membuat para “pelaku” kekerasan semakin leluasa bertindak.

Melawan Kekerasan Berbasis Gender

Kekerasan Berbasis Gender

Stop Kekerasan Berbasis Gender!!!

Sejatinya, perempuan adalah makhluk Tuhan yang begitu mulia. Kita dianugerahi hati yang lapang, rasa cinta kasih begitu tinggi, serta ibu dan calon guru bagi generasi muda. Berbagai kelebihan ini sudah selayaknya menjadikan perempuan memiliki martabat yang nggak dipandang sebelah mata lagi.

Ancaman kekerasan yang dialami, tidaklah tepat jika malah menghancurkan para perempuan dan memberikan citra buruk pada mereka. Masyarakat harus lebih memiliki hati nurani dalam menghadapi kasus seperti ini.

Contoh nyata adalah ketika seorang perempuan mengalami kasus sexual harassment. Bagaimanapun sikap dan busana “korban”, hal ini tidak lantas menjadikannya sebagai pihak yang bersalah.

Masyarakat harus bisa menilai sikap dan perilaku “tersangka” dan bukan membela diri dengan alasan “kodrat dan naluri alamiah pria”. Saling merangkul dan menyemangati sesama perempuan menjadi solusi paling tepat mengatasi ancaman kekerasan berbasis gender.

Sejak dini, anak laki-laki harus diajarkan bagaimana cara menghargai perempuan. Bagaimanapun juga perempuan adalah seorang ibu, istri, serta calon anak-anak kita nanti.

Sangat tidak tepat melakukan kekerasan pada makhluk lemah lembut bernama “perempuan”. Lawan kekerasan berbasis gender! Jangan pandang wanita sebelah mata!

ditulis oleh

Anis Faridatunisak

Jalan Buntu menyuguhkan informasi menarik seputar bisnis, hubungan, kesehatan, kecantikan, review game, dunia wanita, saham, dan berbagai informasi terpercaya lainnya.