gerakan gigi bali sehat

“Gerakan Gigi Bali Sehat”- Di tahun ke-12 pelaksanaan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards, Astra kembali memberi apresiasi pada para generasi muda yang memberikan kontribusi positifnya bagi masyarakat Indonesia. 

Grup Astra Bali begitu konsisten dalam mendukung potensi para finalis SIA untuk ikut berkompetisi dalam pelaksanaan tersebut. Seperti di tahun ini. Grup Astra Bali mampu mempertahankan kembali prestasinya seperti tahun lalu melalui generasi muda Bali bernama Komang Ayu.

Ia turut berpartisipasi di Bidang Kesehatan “Gerakan Gigi Bali Sehat”. Kompetisi ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat. 

Pasalnya, Astra percaya bahwa ada banyak anak muda di yang selama ini turut bersuka rela mengorbankan kepentingan pribadinya untuk mewujudkan perubahan positif di masyarakat. Khususnya saja bagi masyarakat Bali. 

“Gerakan Gigi Bali Sehat” bersama Pemenang Satu Indonesia Award Astra 2021

Satu Indonesia Award Astra 2021, salah satunya adalah Komang Ayu Sri Widyasanthi. Ia adalah seorang dokter gigi muda yang berasal dari Karangasem, Bali. Di tahun 2018, Ayu tengah memasuki masa koas dan juga sedang dipusingkan dengan perkara mencari pasien dan lain-lain. 

Untuk recharge kembali tubuhnya agar lebih bersemangat, lantas Ayu memutuskan untuk turun secara langsung dan melakukan aksi sosial bersama Komunitas Bali Baca Buku. Kegiatan sosial ini dilakukan di sebuah sekolah dasar di tengah-tengah Desa Kintamani, Bali. 

Kala memberikan edukasi kesehatan, Ayu bertanya pada 15 orang anak yang ada di kelas edukasi terkait siapa anak yang tidak punya sikat gigi. Seketika, semua anak yang hadir di sana mengangkat tangan tinggi-tinggi. 

Dari jawaban tersebut, Ayu bahkan mengetahui hal lain yang lebih mengejutkan lagi. Beberapa anak ada yang memiliki satu sikat gigi di rumahnya, tetapi itu sikat gigi untuk semua. Dengan kata lain, sikat gigi digunakan bersama dengan bapak, ibu, kakak, dan bahkan anggota keluarga yang lain. 

Anak yang tak memiliki sikat gigi memakai jari untuk menyikat giginya, Lebih parahnya, mereka tidak menggunakan pasta gigi untuk menyikat, namun memakai sabun mandi batangan. Ada juga anak yang memakai dedaunan untuk membersihkan giginya. 

Hal inilah yang membuat Ayu semakin berkeinginan untuk membuat gerakan kesehatan yang dapat memfasilitasi dan mendukung kesehatan anak-anak, khususnya untuk kesehatan gigi. Pemahaman masyarakat pedesaan mengenai kesehatan gigi dan cara menjaganya, membuat hati Komang Ayu Sri Widyasanthi kian tergerak untuk membentuk wadah sosial yang disebut “Gigi Bali Sehat. 

Aksi sosial ini hadir dengan tagline “Satu Sikat Gigi Sangat Berharga”. Wadah Gigi Bali sehat, bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan gigi di masyarakat, terutama anak-anak di pedesaan. 

Dengan dibentuknya wadah sosial Gigi Bali Sehat, diharapkan masyarakat pedesaan di Bali paham dengan pentingnya menjaga kesehatan gigi. Melalui aksi sosial ini masyarakat juga bisa tahu bagaimana cara agar gigi bisa tetap sehat dan cara tepat untuk merawatnya. 

Aksi “Gerakan Gigi Bali Sehat” 

Ayu bersama dengan 4 orang temannya, sangat aktif dalam mengembangkan aksi sosial “Gerakan Gigi Bali Sehat”. Pertama-tama, Ayu dan teman-temannya menggalang donasi berupa sikat dan pasta gigi dari orang-orang terdekat mereka. “Gerakan Gigi Bali Sehat” ini  menyalurkan sikat gigi dan pasta gigi secara langsung kepada anak-anak yang membutuhkan. 

Bahkan, melalui gerakan ini mereka juga memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar. “Gerakan Gigi Bali Sehat” melakukan aksi sosial perdana dengan memberikan pengetahuan, keseruan, dan keceriaan. 

Kegiatan yang sama juga dilakukan di desa yang Ayu datangi sebelumnya dengan tetap bergandengan bersama Komunitas Bali Baca Buku. Dalam kegiatan sosial ini, mereka mengajarkan pada anak-anak bahwa menyikat gigi sebaiknya dilakukan 2x sehari. 

Disarankan pada pagi saat baru bangun dan di malam hari menjelang tidur. Pasta gigi yang digunakan tidak perlu banyak-banyak, yakni sekitar sebiji jagung saja. Berkumur juga sebaiknya dilakukan sebanyak 3x setelah menggosok gigi supaya zat flourin yang terkandung di dalam pasta gigi tidak hilang. 

Anak-anak yang hadir juga diajak turut serta untuk memperagakan bagaimana cara menyikat gigi yang benar. Aktivitas ini dipraktikkan menggunakan  alat peraga yang sudah disiapkan. 

Selain itu, diadakan juga kuis cepat tanggap lengkap dengan berbagai hadiah menarik untuk anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Gerakan Gigi Bali Sehat juga kini melakukan aksi sosial lain, seperti memberikan donasi dan edukasi di berbagai daerah di kawasan pelosok. 

Kegiatan ini secara konsisten memberikan edukasi di tempat yang sudah pernah mereka kunjungi sebelumnya secara intens. Komunitas telah memiliki kelas binaan, itu artinya edukasi yang diberikan tidak hanya sekali saja, tetapi berkali-kali. 

Setiap 2 minggu sekali kegiatan akan diadakan guna memberikan edukasi. Tidak hanya edukasi seputar kesehatan gigi saja, akan tetapi juga tentang perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. 

Sesekali, para sukarelawan memberikan pasta gigi baru untuk anak-anak bila pasta gigi yang pernah diberikan sebelumnya sudah habis. Setiap 3 bulan sekali, mereka juga mengganti sikat gigi yang digunakan oleh anak-anak ini. 

Harapan dari terselenggaranya kelas binaan ini adalah supaya anak-anak tersebut nantinya dapat menularkan perilaku hidup bersih dan sehat pada orang lain di sekitarnya. 

Inilah yang menjadi beberapa alasan berdirinya gagasan aksi sosial “Gerakan Gigi Bali Sehat”. Kontribusinya terhadap kesehatan masyarakat menjadi alasan terpilihnya Ayu sebagai salah satu pemenang Satu Indonesia Award Astra 2021. 

Anugerah Pewarta Astra merupakan sebuah program yang terselenggara sebagai upaya untuk mengapresiasi hasil karya tulis, baik dari kalangan wartawan maupun umum yang peduli dengan masyarakat. 

ditulis oleh

Anis Faridatunisak

Jalan Buntu menyuguhkan informasi menarik seputar bisnis, hubungan, kesehatan, kecantikan, review game, dunia wanita, saham, dan berbagai informasi terpercaya lainnya.