Desain rumah industrial

Desain rumah industrial telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir. Gaya ini menciptakan tampilan yang unik dan menarik dengan menggabungkan unsur-unsur seperti dinding bata, pipa terbuka, lantai beton, dan bahan-bahan industri lainnya.

Pada awalnya, rumah-rumah berkonsep industrial dirancang untuk tujuan fungsional, seperti pabrik, gudang, atau ruang kerja. Hal ini seringkali menghasilkan ruang yang minimalis dan efisien.

Desain rumah industrial ini kemudian menjadi inspirasi untuk berbagai gaya arsitektur modern seperti gaya loft yang populer pada abad ke-20. Gaya ini menggabungkan unsur-unsur desain rumah industrial dengan elemen-elemen yang lebih kontemporer.

Jadi bagi Anda yang menyukai konsep hunian unik dan dengan interior menarik, pilihan desain industrial bisa menjadi pilihan.

Apa Itu Desain Rumah Industrial?

Desain rumah industrial adalah gaya desain interior dan eksterior yang terinspirasi oleh tampilan dan karakteristik bangunan industri, seperti pabrik, gudang, atau loft. Ciri-ciri utama desain rumah industrial termasuk penggunaan material seperti beton terbuka, ekspos pipa dan saluran udara.

Bisa juga menggunakan dinding bata, serta furnitur dan dekorasi yang terbuat dari logam dan kayu kasar. Desain ini sering menggabungkan elemen modern dengan sentuhan vintage, menciptakan ruang yang tampil kasar namun tetap fungsional dan estetis.

Cara Menerapkan Desain Rumah Industrial

Berikut beberapa tips untuk menerapkan desain hunian industrial:

1. Ekspos Struktur Bangunan

Desain industrial sering kali mengungkapkan struktur bangunan yang sebenarnya. Anda bisa membiarkan dinding bata, beton, atau pipa terlihat, dan hindari menutupinya dengan bahan dinding lain sebagai finishing. Salah satu contoh dan ciri khas desain industrial adalah dinding bata ekspos.

Anda dapat membiarkan dinding-dinding tersebut tanpa pengecatan atau menyisipkan elemen dinding bata palsu untuk menciptakan kesan ini. Selain itu, dalam desain industri, elemen-elemen seperti sambungan dan baut yang biasanya tersembunyi dalam desain konvensional diekspos dengan sengaja.

Hal ini untuk memberikan estetika yang kasar. Pipa besi hitam dan saluran udara sering diekspos dan digunakan sebagai elemen dekoratif. Material ini bisa Anda jadikan sebagai rak buku, lampu gantung, atau hiasan dinding.

2. Penggunaan Material Kasar

Selanjutnya, pilih material seperti beton terbuka, kayu kasar, logam, dan kaca yang mampu memberikan kesan tampilan yang kokoh dan industri. Anda pun dapat menggunakan beberapa material berikut.

  • Baja: Baja yang terekspos dalam bentuk balok, tiang, atau tangga besi memberikan sentuhan industri yang khas.
  • Batu: Batu alam atau batu buatan seperti batu bata ekspos dapat Anda aplikasikan pada dinding atau lantai untuk menciptakan tekstur yang kasar.
  • Pipa dan Saluran: Pipa-pipa besi atau saluran air yang terekspos dapat Anda gunakan sebagai elemen dekoratif.
  • Logam Hitam: Logam hitam seperti besi tempa atau logam berkarat sering dipakai dalam elemen dekoratif seperti lampu gantung atau furnitur.
  • Kayu Kasar: Kayu yang tidak dihaluskan atau dipernis bisa Anda gunakan untuk memberikan sentuhan alami dan kontras dengan elemen-elemen kasar lainnya.

3. Pemanfaatan Ruang Terbuka

Konsep hunian dengan desain rumah industrial juga bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan ruang terbuka. Pemanfaatan ruang terbuka untuk menerapkan desain hunian industrial dapat menjadi pilihan yang menarik.

Anda perlu membiarkan ruang terbuka tanpa partisi yang berlebihan. Desain ini mampu menciptakan tampilan yang luas dan terbuka yang khas untuk desain industrial.

Buatlah pintu kaca besar atau jendela geser yang memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan. Hal ini akan menciptakan suasana terbuka dan terhubung dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, Anda bisa menanam tanaman di sekitar ruang terbuka untuk menciptakan keseimbangan antara elemen industri dan alam. Tanaman hijau tersebut menambah kesegaran dan kehidupan pada desain hunian Anda.

4. Pencahayaan yang Tepat

Untuk menerapkan desain hunian industrial, pencahayaan adalah salah satu elemen penting. Anda bisa memanfaatkan pencahayaan yang tahan lama seperti lampu gantung industri, lampu senter, atau lampu dinding dengan ekspos kawat. Hal ini akan menambah elemen estetika yang sesuai.

Tidak ada salahnya Anda memanfaatkan cahaya alami sebanyak mungkin. Untuk itu, gunakanlah jendela besar, serta Anda bisa membuat jendela atap jika memungkinkan. Kemudian, hindari pula menghalangi cahaya masuk dengan tirai berat.

Pencahayaan, juga bisa Anda lakukan dengan menempatkan berbagai jenis lampu dan penempatannya untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam desain hunian industrial Anda.

5. Warna Netral

Desain rumah industrial juga bisa Anda terapkan dengan menggunakan kombinasi material berwarna netral seperti abu-abu, hitam, putih, dan nuansa logam seperti perak atau tembaga.

Perlu Anda ketahui bahwa warna-warna ini dapat membantu menciptakan estetika hunian industrial yang khas. Anda pun bisa menambahkan sentuhan warna cerah sebagai aksen jika diinginkan.

6. Furniture

Untuk mewujudkan desain ini, Anda perlu memilih perabotan dengan desain yang kasar dan tahan lama. Anda dapat memilih berbagai jenis furnitur yang memiliki karakteristik yang cocok dengan gaya ini. Beberapa pilihan furnitur yang tepat untuk desain hunian industrial meliputi:

  • Meja dengan Material Kasar: Meja dengan permukaan yang terlihat kasar seperti kayu atau beton dapat memberikan sentuhan industri yang kuat.
  • Kursi dan Sofa Kulit: Anda bisa menggunakan kursi atau sofa berlapis kulit asli atau tiruan memberikan nuansa vintage yang sering terlihat dalam desain industri.
  • Rak Terbuka: Ada pula rak terbuka dengan rangka logam atau pipa baja, sebagai pilihan yang bagus untuk menampilkan barang-barang Anda dengan gaya industri.
  • Lampu Gantung  Logam: Lampu gantung dengan bahan logam bisa menjadi furniture yang Anda tampilkan di rumah. Misalnya saja seperti besi cor atau pipa baja yang mampu menampilkan kesan desain industrial yang kuat dalam ruangan Anda.
  • Kabinet dan Lemari Besi: Kabinet atau lemari berbahan logam yang terlihat kokoh dan tahan lama. Penggunaannya cocok untuk menyimpan barang-barang Anda sekaligus menampilkan gaya industri yang semakin kuat.
  • Peralatan Dapur Stainless Steel: Untuk dapur, pilihlah peralatan berbahan stainless steel yang modern dan tahan lama.

Desain industri seringkali menekankan kesederhanaan. Jadi pilihlah furnitur dengan desain minimalis dan garis yang tegas.

7. Penambahan Tanaman

Untuk menekankan gaya industrial, Anda dapat menambahkan tanaman hijau dalam pot atau kontainer logam. Cara ini bisa memberikan sentuhan organik yang seimbang dalam desain industrial.

Supaya lebih menarik, buatlah taman dalam yang menghubungkan interior dengan eksterior. Anda dapat menggunakan material industrial seperti beton, kayu, dan besi untuk elemen-elemen seperti tangga, jalan setapak, dan dinding.

Ingatlah bahwa desain industrial terutama tentang mengekspresikan elemen-elemen dasar bangunan, serta material dengan gaya yang kasar dan sederhana. Namun, ada banyak fleksibilitas dalam menerapkannya. Jadi sesuaikan desain Anda sesuai dengan selera dan kebutuhan pribadi Anda.

Selalu penting untuk merencanakan dengan cermat dan berkonsultasi dengan seorang arsitek atau desainer interior yang berpengalaman untuk menjalankan ide desain hunian industrial Anda. Dengan perencanaan yang baik, Anda dapat menciptakan ruang dengan interior maupun eksterior menarik untuk desain rumah industrial.

ditulis oleh

Anis Faridatunisak

Jalan Buntu menyuguhkan informasi menarik seputar bisnis, hubungan, kesehatan, kecantikan, review game, dunia wanita, saham, dan berbagai informasi terpercaya lainnya.